Cahayaditama
Ramuan catatan visual, film, dan perjalanan yang berakar pada alam dan kemanusiaan.
Ramuan catatan visual, film, dan perjalanan yang berakar pada alam dan kemanusiaan.
Berdasarkan penelusuran sejarah, terutama merujuk pada Hikayat Banjar, perahu jenis Banawa memang dikenal sebagai perahu atau kapal dari Kesultanan Gowa tallo …
Pertengahan tahun 2022, saya mendapat peluang untuk menulis sebuah buku biografi tentang seorang aktivis sosial Toraja sekaligus pengelola kawasan wisata Ket…
Grup legendaris K-Pop, BTS , pada tahun 2026 akhirnya resmi melakukan comeback setelah hampir 4 tahun menghilang. Mereka muncul kembali dalam formasi lengkap d…
Slank hari ini bukan lagi sekadar band legendaris Indonesia, melainkan simbol kemapanan yang lahir dari euforia politik. Framing terhadap mereka seketika berub…
Dalam beberapa bulan terakhir, linimasa media sosial dipenuhi video para konten kreator—selain selebriti dan selebgram, banyak di antaranya berasal dari Tion…
Cahayaditama — Di era digital yang mulai familiar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, akses internet sudah menjadi kebutuhan dasar dalam set…
Lautan manusia yang meluap di kota Martapura Saya tiba di Kalimantan Selatan pada saat wilayah ini sedang bergerak menuju satu titik yang sama. Sebuah perhelat…
Dari Novel menjadi Film Sejak 2018, gagasan Rantemario sudah mewujud. Naskah yang awalnya hanyalah coretan penuh imajinasi, telah mengalami berapa kali pero…
Catatan tentang Haji Tona, ingatan pelaut Bugis, dan pengingat bernama pinisi Barito River Cruise yang diluncurkan di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada Febru…