Berdasarkan penelusuran sejarah, terutama merujuk pada Hikayat Banjar, perahu jenis Banawa memang dikenal sebagai perahu atau kapal dari Kesultanan Gowa tallo (Makassar ) Sulawesi. Namun, kisah yang lebih dominan dalam pendirian Kesultanan Banjar oleh Pangeran Samudera (Sultan Suriansyah) adalah bantuan militer dari Kesultanan Demak.Berikut adalah poin-poin penting terkait informasi tersebut
Asal-Usul Banawa: Benawa atau Banawa adalah jenis kapal dari Kesultanan Gowa tallo (Makassar) Sulawesi Selatan, yang tercatat dalam Hikayat Banjar (ditulis sekitar 1663).
Bantuan untuk Pangeran Samudera: Pada awal abad ke-16, saat Pangeran Samudera melawan Pangeran Tumenggung dari Kerajaan Negara Daha, ia meminta bantuan militer. Bantuan tersebut datang dari Kesultanan Demak, yang mengirimkan 1.000 perahu dan 40.000 prajurit.
Hubungan kesultanan Gowa tallo - kesultanan Banjar: Meskipun bantuan utama datang dari Jawa, pada perkembangan selanjutnya, Kerajaan Banjar memiliki hubungan dagang dan diplomatik yang erat dengan kerajaan-kerajaan di Sulawesi, termasuk kesultanan Gowa tallo.
Konteks Sejarah: Kemenangan Pangeran Samudera berkat bantuan tersebut menandai berdirinya Kesultanan Banjar pada tahun 1526, dengan pusat pemerintahan di Banjarmasin. Jadi, sementara Banawa adalah kapal khas dari Kerajaan Gowa tallo, bantuan militer yang mendirikan Kesultanan Banjar lebih merujuk pada pasukan dari Demak, Jawa.
Banawa atau benawa adalah suatu jenis perahu dari Kerajaan Gowa, sebuah kerajaan tua di sudut barat daya Sulawesi, Indonesia. Catatan paling awal dari kapal ini adalah dari Hikayat Banjar yang ditulis pada atau tidak lama setelah 1663.
Perahu ini juga tercatat dalam Lontara Patturioloang Gowa Tallo,
"᨞ampalang-palangi banawaya᨞ nia tumappare bilu᨞", era Sultan Abdullah Karaeng Matoaya, Raja Tallo (1537-1637) bersamaan di buatnya Perahu Bilu. Serta tercatat dalam Lontara Patturioloang Tallo "ampalang-palangi banawaya" era Karaeng Matowaya (1537-1637). Saat ini, jenisnya sudah punah yaitu Palari dan Padewakang, kapal dengan lambung serupa, telah menggantikan tempatnya.
Benawa dibuat khusus untuk transportasi kuda dan kerbau. Lambungnya lebar dengan lunas cembung, dengan linggi depan dan belakang yang menjulang tinggi. Di kedua sisinya ada jalan kecil yang menempel pada sejumlah balok melintang yang menyatu ke sokongan. Fungsi sekunder dari balok ini adalah untuk membagi ruang geladak menjadi kompartemen yang sama untuk hewan ternak. Geladak di atas "kandang" tersebut terbuat dari kisi bambu.
Kapal ini dikemudikan dengan 2 kemudi samping, yang dipasang pada pasangan balok silang yang berat dengan cara sedemikian rupa sehingga memungkinkan pelepasan darurat yang cepat. Para juru mudi berdiri di bagian samping kapal. Ada kabin sempit untuk kapten di bawah dek belakang (poop deck). Kapal ini memiliki 2 hingga 3 tiang, keduanya adalah tiang berkaki tiga dengan kaki belakang dipasang pada "kemah" yang berat melalui spar horizontal yang dapat berputar..
Sumber: Kaharuddin

0 Comments