BREAKING NEWS

Thursday, 7 September 2017

Penemuan Ilmiah tentang LALAT, Siapa yang BENAR?


Bertahun-tahun, sejak tahun 2006, para ilmuwan dari tim peneliti Australia berkonsentrasi pada upaya mengidentifikasi antibiotik yang ampuh untuk segala macam penyakit yang berasal dari permukaan sayap dan tubuh lalat. Objek ini merupakan tempat terakhir yang diharapkan mampu memberikan solusi antibiotik baru yang sangat ampuh. 

Diketahui bahwa lalat merupakan makhluk yang sangat dekat berhubungan langsung dengan berbagai jenis kotoran, bangkai serta berbagai hal yang membusuk. Lalat sangat banyak di bumi, berjumlah hampir 87.000 spesies. Secara ilmiah telah membuktikan bahwa mereka makan dari sampah dan limbah bahan organik dari sejumlah besar bakteri, virus dan berbagai mikroba dan kuman lainnya. Dengan itu, lalat tentu memiliki pertahanan antimikroba yang luar biasa untuk bertahan hidup dari mikroba dan berbagai bentuk bakteri pembusuk.

Tim di Departemen Ilmu Biologi Macquarie University, telah mengidentifikasi sifat antibakteri yang mewujud pada berbagai tahap perkembangan lalat . Para ilmuwan menguji empat spesies lalat yang berbeda yaitu lalat rumah, lalat domba, lalat buah cuka dan lalat buah Queensland yang bertelur di buah segar.

Lalat melewati tahap-tahap kehidupan larva dan pupa sebelum menjadi dewasa. Pada tahap pupa, lalat terbungkus dalam casing pelindung dan tidak makan. Pada fase ini, tidak ada produksi antibiotik pada larva lalat. Namun semua larva ternyata menunjukkan sifat antibakteri (kecuali yang dari lalat pengontrol buah dari Queensland).

Sifat antibakteri positif, telah ditemukan pada permukaan tubuh keempat spesies lalat tersebut, selain dipermukaan tubuh,  sifat antibakteri juga terjadi dalam usus. 

Bahan antibiotik dari lalat itu telah diekstraksi kedalam etanol, kemudian dilakukan pencampuran melalui filter untuk mendapatkan ekstrak kasar.  Hasil penemuan antibiotik baru ini telah diuji cobakan dan ditempatkan dalam larutan macam-macam bakteri berbahaya saat ini termasuk E.coli, Golden Staph, Candida (ragi). Tindakan patogen parasit antibiotik masih terus diamati dan diidentifikasi secara spesifik. 

Pada masa modern ini, baru dipastikan bahwa lalat bisa menjadi patogen parasit untuk banyak penyakit termasuk malaria, demam tifoid, kolera, dan lain-lain. Baru diketahui pula bahwa lalat membawa jamur bacteriophagic parasit yang mampu melawan kuman dari semua penyakit berbahaya tersebut.

Keutamaan antibakteri pada lalat, jauh sebelumnya, tepatnya 1400 tahun yang lalu. Muhammad SAW telah menyatakan :

“Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penyembuhnya” [HR. Bukhari]

Ungkapan 14 abad yang lalu oleh Nabi Muhammad SAW tentang lalat ternyata baru bisa dibuktikan oleh ilmuwan-ilmuwan barat mulai abad ke 20.

Share this:

 
Copyright © 2014 Sulawesi Diari. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates