BREAKING NEWS

Sunday, 4 September 2016

Menumpas Sampah Pantai Losari dengan Perahu Tradisional Pattasaki


Pantai losari adalah identitas Makasar yang sarat sejarah masa lampau, keberadaannya sebagai objek wisata andalan kota Makassar sejak dulu sudah populer hingga ke mancanegara. Dengan status itulah, mengapa kawasan pantai Losari seharusnya menjadi perioritas bagi pemerintahnya.
Seiring pesatnya pembangunan kota Makassar, pantai losari sudah memiliki berbagai fasilitas penunjang yang sangat lengkap mengingat kawasan ini seringkali dimanfaatkan sebagai tempat perhelatan even-even besar dan acara kenegaraan. Seiring dengan itu pula, kondisi pantai ini pun mengalami pencemaran limbah yang semakin parah, sampah-sampah yang semakin tak terbendung dan lingkungan sanitasinya diambang kerusakan dalam tingkat yang mengkhawatirkan.
Salah satu penyebab utama buruknya kondisi lingkungan di Pantai Losari karena limbah-limbah domestik yang selain berasal dari hotel-hotel dan industri yang berada sekitar Losari, juga berasal dari limbah rumah tangga yang terdistribuskan melalui sejumlah kanal yang berhilir di pantai. Belum lagi rendahnya tingkat kesadaran ratusan pedagang kaki lima yang berjualan di Losari, berandil besar menambah volume sampah bertimbun ditiap titik pantai.
Penanganan limbah tentu membutuhkan perhatian dan konsentrasi khusus sehingga perlu waktu yang cukup lama mengatasinya, namun penanganan sampah pantai sudah semestinya menjadi perioritas.
Program perahu pemungut sampah pun diluncurkan pemerintah kota dengan nama Pattasaki, singkatan dari Perahu Angkutan Sampah Kita. Dalam bahasa Makassar, Pattasaki berarti membereskan atau membenahi. Dengan analogi itu, Pattasaki diandalkan untuk menjaga gengsi pantai Losari sebagai ikon kota Makassar.

Pattasaki adalah hasil modifikasi perahu tradisional yang menggunakan motor tempel. Desainnya berupa 2 buah perahu sepanjang 7 meter yang ditautkan dimana pada bagian tengahnya terdapat jaring dan bak penampung sampah. Melihat fungsi operasionalnya yang sangat penting, Pattasaki menjadi ujung tombak penanganan sampah pantai yang setiap harinya harus mengangkat sekaligus mengangkut sampah sepanjang pesisir Losari.
Setiap harinya, angkutan sampah khusus laut ini beroperasi membersihkan sampah-sampah di laut dan pantai di sepanjang perairan kota Makassar. Khusus untuk Pulau Lae-Lae, karena letaknya tidak jauh dari kota, maka disiapkan satu kapal Pattasaki yang siap membersihkan sampah di pesisir sekitar pulau sekaligus mengangkut sampah ke bank sampah yang ada disekitar pantai dan pesisir.

Jumlah unit perahu Pattasaki belum sepenuhnya mampu mengimbangi tingkat volume sampah pantai. Menurut dinas yang bertanggungjawab mengelolanya yakni DKP3, Secara logika, bentangan pantai Losari dan pulau terdekat yang berjarak puluhan kilometer butuh paling sedikitnya 10 unit perahu. Tiap unit perahu Pattasaki minimal menangani pengangkatan dan angkut sampah tiap 1 kilometer persegi.
Penambahan perahu Pattasaki diharapkan bisa dimaksimalkan mengingat kawasan pantai Losari saat ini sudah menjadi pilihan utama bagi pemerintah kota menghelat even-even bergengsinya.

sumber/foto: DKP3 kota Makassar

Share this:

 
Copyright © 2014 Sulawesi Diari. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates