BREAKING NEWS

Monday, 5 September 2016

Mengenal Pantai Wisata Tertua di Sulawesi Selatan


Pantai Lumpue adalah salah satu objek wisata domestik yang tertua dan cukup populer di Sulawesi Selatan. Lokasinya berada di kota Parepare berjarak sekitar 150 Km dari kota Makassar.  Letak pantai Lumpue dekat dari jalan poros Parepare sehingga tidak sulit untuk menemukannya.
Pantai Lumpue memiliki keunikan pariwisata lokal yang tradisional, fasilitasnya tidak terlalu mentereng seperti pada umumnya objek wisata lainnya. Namun keindahannya tidak kalah menarik, air lautnya bening dengan pasir pantai halus kecoklatan, suasananya tenang dan bersih. Dibagian ujung pantai, terdapat pegunungan karang dengan gua-gua kecil. Kawasan pantai ini sangat cocok dengan akhir pekan keluarga karena lingkungannya sangat familiar. 
Kendati pengelolaan dengan kondisi fasilitas yang minim, pantai Lumpue sampai sekarang masih menjadi pilihan utama tempat wisata bagi masyarakat kota Parepare. Selain menjadi tempat piknik, lokasinya kadang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan even seperti acara reuni atau family gathering. Lingkungannya memang cocok dengan model even seperti itu.
Lumpue sejak tahun 50-an sudah dikenal di Sulawesi Selatan, dulunya pantai ini dijadikan sebagai tempat bersandarnya perahu-perahu nelayan usai mencari ikan dilaut lepas. Menurut cerita pak Hamid, seorang pengunjung setia pantai Lumpue, ” Saya sudah sering main ke pantai ini sejak tahun 1951, waktu itu saya masih kanak-kanak. Saya masih ingat, kalau sudah menjelang sore hari, perahu sudah banyak berkumpul ditempat ini. Jika dilihat dari kejauhan mirip kumpulan kupu-kupu raksasa,” kenangnya. Makanya dulu pantai Lumpue ini diberi nama oleh pak hamid dan teman-temannya yaitu Pantai kupu-kupu.Menurutnya, nama julukan itu sempat populer dikalangan remaja waktu itu.
Ketika kawasan perkampungan pantai Suppa diwilayah ujung Lero Pinrang dibuka tahun 70-an , pemukiman nelayan berpindah besar-besaran ke wilayah tersebut dan lambat laun pantai Lumpue pun perlahan menjadi sepi ditinggal “kupu-kupu pantai” yang biasanya menari-nari diatas ombaknya setiap menjelang sore.
Menurut beberapa pengunjung pantai Lumpue, suasana dan tempat di pantai ini tetap tidak pernah berubah sama sekali meski ditahun 80-an pernah ditambahkan fasilitas pendukung tapi tidak merubah komposisi alamnya. Pantai lumpue masih tetap asri dengan berbagai keunikan tradisionalnya yakni tenda bambu dan kayu, sumur alami dan keramahan warganya. Meski kupu-kupu pantainya sudah hilang, keberadaannya masih tetap dikenal oleh masyarakat di sulawesi Selatan.

Share this:

 
Copyright © 2014 Sulawesi Diary. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates