Pulau Hoga adalah salah satu lokasi di gugusan pulau di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Hoga termasuk dalam lingkungan pengelolaan pariwisata dengan status Taman Nasional di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Tidak sulit untuk sampai ke Pulau Hoga, karena transportasi laut di wilayah ini cukup rutin. Dari kota Kendari menuju Bau Bau, lalu menuju dermaga Wanci di Wakatobi. Di dermaga Wanci ini, banyak yang menemukan kapal atau perahu yang dapat dinaiki dengan harga yang bervariasi.
Hoga adalah desa yang sangat kecil di ujung utara kota Baubau. Selama bertahun-tahun, Hoga Island Dive Resort telah populer di kalangan wisatawan petualang dari berbagai negara untuk menikmati keindahan laut dengan akomodasi murah, penginapan yang bersih, makanan sehat, dan suasana alam lingkungannya yang tenang.
Hoga menjadi populer karena lokasinya menjadi pos utama kegiatan ilmiah dan lembaga penelitian Operation Wallace dan WWF, dua lembaga dari luar negeri yang bertugas memelihara dan mengendalikan kegiatan konservasi di Pulau Hoga dan Wakatobi. Kawasan Pulau Hoga merupakan salah satu lokasi terumbu karang di kepulauan Wakatobi yang dikenal sebagai terumbu karang terbesar di dunia.
Suasana di Pulau Hoga sangat indah, rimbun dan teduh oleh hutan pohon yew. Banyak rumah tradisional yang dibangun di atas tiang menghadap pantai dan laut, masing-masing dengan balkon dan tempat tidur gantung untuk bersantai. Setiap rumah terdiri dari dua kamar yang berbagi satu kamar mandi dengan air bersih dari sumur alami. Di pantai tersedia banyak fasilitas tempat tidur gantung di mana para tamu dapat menikmati udara sejuk dan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler. Hoga Island Resort memiliki fasilitas listrik yang menyala dari pukul 18:00 hingga 22:00.
Pelayanan di pantai yang paling menyenangkan adalah makanan yang disajikan bervariasi dan murah, berupa makanan laut segar hasil tangkapan nelayan lokal. Selain hidangan tradisional, menu internasional yang sering disajikan termasuk keripik Wiah dan spaghetti. Wilayah Hoga memiliki perairan dengan visibilitas air hampir 90%, airnya jernih seperti kaca sehingga pengunjung dapat menikmati terumbu karang dan fauna laut lainnya dengan bebas hanya dengan snorkeling di permukaan.
Ketika tidak ada aktivitas di laut, Hoga menawarkan aktivitas wisata menyenangkan lainnya seperti trekking di sekitar pulau (5-6 jam saat air surut), kunjungan ke desa suku Bajo, perjalanan dengan sepeda motor di dekat Kaledupa atau dengan perahu Danau Sombano ke danau. Pulau Hoga juga memiliki perpustakaan kecil yang menyediakan buku dalam berbagai bahasa serta buku referensi tentang kehidupan laut.


0 Comments