BREAKING NEWS

Friday, 8 September 2017

Ketika Huruf Lontara Berubah Dari Masa ke Masa


Lontara Makassar ditengarai sudah ada sejak 450 tahun lamanya, dibaca dan ditulis di Sulawesi Selatan, namun konteks perjalanan sejarahnya belum diketahui dengan pasti terutama perubahan dan penambahan bentuk.
Ditelusuri dari penggunaan aksara Lontara yang ada saat ini sudah merupakan Lontara generasi ke tiga dan telah mengalami proses asimilasi terutama pengaruh dari huruf Arab.
Huruf Lontara generasi pertama
Lontara tua yaitu Jangang-Jangang yang di ciptakan oleh tokoh Syahbandar Kerajaan Gowa yakni Daeng Pamatte atas perintah Sombaya Raja Gowa ke-IX di kisaran tahun 1527-1529. Menurut Dr.Kern, disebutkan dalam buku karangan Dr. H.Van Brink yang bernama Dr. Bonyamin Fredriks Matheus zi jn Leven en Arboid In Dienst van het Nederlands Bijbelgenoot Schap. Ia pula yang memerintahkan penulisan ulang catatan harian raja raja Gowa,  Lontara Gowa Tallo (DUDSTE GESEHIEDEUIS VAN GOWA, TALLO EN ANDERE VAN HET EILAND CELEBES 1883). Dikatakan bahwa Lontara Tua itu bersumber dari huruf Sansekerta (Jangang Jangang/Burung). Abjad Lontara tua hanya 18 buah huruf (tanpa huruf H) di pakai hingga akhir abad ke-17.
Huruf Lontara generasi kedua
Dikenal dengan Lontara Bilang-bilang yang sudah terpengaruh dengan huruf Arab. Lontara ini mulai di gunakan pada permulaan abad ke-18 dan merupakan suatu perubahan yang besar dari komposisi Lontara Tua (Jangang-jangang). Kendati bunyi dan susunan abjadnya masih tetap sama, tetapi bentuk hurufnya sudah berubah. Lontara Tua yang telah berubah bentuk itu kemudian disempurnakan pula dengan menambahkan huruf H menjadikan Lontara memiliki huruf sebanyak 19 buah.
Khusus bagi Lontara pada suku Bugis, diadakan penyempunaan dengan 4 buah huruf ciptaan baru yaitu NGKA – MPA – NRA dan NCA. Sampai saat ini belum diketahui siapa yang merubah, menyempurnakan dan menambah perbendaharaan huruf Lontara suku bugis tersebut.
Huruf Lontara generasi ketiga
Jenis ini disebut Lontara Baru yang digunakan hingga sekarang sebagaimana periode perubahan bahwa Lontara Tua telah disempurnakan dan sudah berubah sama sekali.
Huruf-huruf Lontara yang modern ini mempunyai dua sifat yang baik yakni mudah dan sederhana.
Dengan penyempurnaan lanjutan maka jumlah abjad huruf Lontara berubah dari 18 +1 +4 menjadi 23 buah huruf.
Ada 6 buah huruf Lontara Tua masih tampak dalam barisan abjad dalam huruf Lontara modern.
Adapun huruf Lontara yang sekarang ini tidak bersumber dari bentuk huruf awalnya tapi sumber bentuknya adalah segi empat belah ketupat.
Dalam Lontara Makassar ada dinamai Anrong Hurupu (Induk Huruf)
ada juga disebut anak huruf yaitu tanda bunyi (a – I – u – e – o).
Referensi : A. AR. Daeng Rigowa

Share this:

 
Copyright © 2014 Sulawesi Diari. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates