BREAKING NEWS

Thursday, 14 September 2017

Kenapa Sidrap disetujui Membangun Listrik Tenaga Angin?


Solusi pemenuhan energi dengan pengembangan energi terbarukan yang selama ini dikampanyekan pemerintah, akhirnya bisa direalisasikan secara total di Sulawesi Selatan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kabupaten Sidrap. Kehadiran PLTB Sidrap bisa dipastikan sebagai PLTB pertama di Indonesia.

Sejak pertengahan bulan September 2017, properti utama listrik tenaga angin berupa kincir, tiba di pelabuhan Kota Parepare. Ratusan bilah kincir angin raksasa berukuran panjang 56 meter diangkut dengan susah payah ke lokasinya di Sidrap, lantaran sarana jalan perkotaan yang kecil dan padat. Sebelumnya pada bulan Agustus lalu, tower penopang kincir dan turbinnya juga sudah terkirim ke lokasi. Semua material equipmen didatangkan langsung dari Spanyol.

Kabupaten Sidrap menjadi baromenter pembangunan listrik tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia adalah hasil terobosan ide cemerlang dari sang Bupati, Rusdi Masse. Sebagai putra daerah, Rusdi telah memahami karakter Sidrap yang letaknya berada pada titik transisi angin dari 4 kabupaten yang mengelilinginya. Selain itu, Sidrap memiliki hamparan pedataran paling luas di Sul-sel yang menjadi media bertemunya angin laut dari kota Parepare dan angin pegunungan dari dataran tinggi Enrekang.

Letaknya yang strategis menjadikan Sidrap ibarat bendungan angin yang menyimpan energi yang besar. Potensi sumber daya itulah yang memuluskan rencana pembangunan PLTB Sidrap disetujui sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

PLTB Sidrap memiliki 30 turbin angin berkapasitas total 75 Megawatt (MW) dengan kapasitas per turbin hingga 2,5 MW, dibangun di Desa Mattirotasi, Kecamatan Wattang Pulu.

Ditargetkan beroperasi 2018 dengan investasi totalnya US$150 juta , oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS), UPC Renewables. Selain daya listriknya diharapkan dapat memenuhi 70 ribu KK, PLTB Sidrap juga menampung ribuan tenaga kerja lokal.

Pembangunan LPTB di Indonesia setelah Sidrap akan berlanjut ke kabupaten Jeneponto dan Selayar Sulawesi Selatan kemudian Jogjakarta Jawa Tengah.

Share this:

 
Copyright © 2014 Sulawesi Diari. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates