BREAKING NEWS

Tuesday, 12 April 2016

Pulau kucing, Pulau Misterius di Perairan Selayar Sulawesi Selatan

Kawasan terumbu karang Pulau Nambolaki bagi masyarakat Pulau Tambolongang Selayar Sulawesi Selatan ini adalah surga mata pencaharian bagi nelayan setempat. Kawasan pulau Nambolaki merupakan habitat berbagai jenis ikan selain pemandangan pantai eksotik berpasir putih dan terumbu karangnya indah. Bermacam-macam jenis spesis hewan laut hidup lestari di perairannya.
Perjalanan ke pulau Nambolaki butuh waktu ± 2 jam berlayar dari ibukota Selayar, Benteng. Transportasi laut masih bergantung dengan perahu masyarakat setempat. Selain kemudahan transportasi, kuliner berupa olahan ikan segar bisa dengan mudah ditemukan di pulau Nambolaki. Berbagai jenis ikan besar bisa langsung didapatkan hanya dengan menyewa sampan nelayan dan memancing sepuasnya.
Keindahan dan terawatnya terumbu karang pulau Nambolaki tidak lepas dari pengawasan dan perlindungan dari masyarakat Pulau Tambolongang. Sebelumnya pernah marak pengeboman, pembiusan serta praktek ilegal fishing marak terjadi di kawasan ini hingga memakan korban jiwa dalam sebuah insiden.

Berakhirnya polemik sosial di pulau nambolaki, memberi kesadaran dan semangat masyarakat Pulau Tambolongang untuk berkomitmen menjaga Nambolaki dari praktek Ilegal Fishing dan memelihara keanekaragaman hayati pulau Nambolaki yang masih tersisa.
Pulau Nambolaki berupa pulau batu yang di dalam peta dikenal sebagai Pulau Mandeh. Pulau ini juga dikenal sebagai pulau Meong atau Pulau Kucing. Bentuk kontur bebatuannya menyerupai kucing terutama ketika menjelang senja dimana cahaya sudah meninggalkan bayangan pada celah dan lekukan batu.
Disamping fisik konturnya yang mirip kucing, nelayan yang seringkali melewati pulau nambolaki kadang mendengar suara meongan kucing, bahkan ada yang mengaku pernah melihat sosok binatang kucing di atas pulau itu. Tidak ada warga yang berani membuat asumsi tentang asal muasal keberadaan kucing di pulau Nambolaki. Menurut mereka, melihat kucing adalah hal yang biasa walau bukan di tempat biasa. Mereka juga tidak pernah mencari tahu, kucing itu datang dari mana, dan ketika menghilang pergi kemana.
Di perairan kawasan pulau ini banyak menyimpan ikan, dan butuh pengetahuan khusus mengenai waktu yang tepat karena arusnya sangat kuat. Salah seorang nelayan menceritakan kisah tentang asal-usul nama Pulau Nambolaki yang katanya diambil dari nama seorang sakti yang konon dimakamkan di atas pulau.
referensi : indahselayar1/ Rakhmat Zaenal

Share this:

 
Copyright © 2014 Sulawesi Diari. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates