BREAKING NEWS

Sunday, 11 September 2016

Video Proses Pembongkaran Brankas penyimpanan Pusaka kerajaan Gowa

Rangkaian insiden terjadi di kabupaten Gowa sejak Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dikukuhkan sebagai ketua Lembaga Adat Daerah (LAD) kabupaten Gowa yang dianggap menyalahi nilai-nilai adat istiadat dan tradisi masyarakat Gowa. Setelah pengukuhan diri berdasarkan legitimasi dewan perwakilan daerah, tim pendukung bupati ini tidak berhenti mengobrak abrik eksistensi adat kerajaan Gowa. Setelah menguasai istana Balla Lompoa, ruang penyimpanan benda-benda pusaka Kerajaan Gowa pun nekad dibongkar paksa untuk menyita semua pusaka kerajaan.

Dilansir di fajaronline.com, kunci brankas ruangan tersebut diketahui dipegang oleh Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Andi Idjo. Pemerintah Kabupaten Gowa menganggap bahwa yang bersangkutan tidak sah sebagai pemegang kunci karena tidak mendapat rekomendasi dari pemerintah Gowa.

Gembok ruangan dibuka paksa dengan menggunakan mesin pemotong. Pembongkaran paksa itu mendapat persetujuan beberapa pihak sebagaimana tercantum dalam berita acara. Mereka yang bertanda tangan dalam berita acara pembongkaran paksa adalah Kepala Inspektorat Gowa Chaerul Natsir, Kepala Badan Satpol PP Alimuddin Tiro, Ketua Komisi I DPRD Gowa Andi Muh Yusuf Harun, dan Lettu Santoso S (Pasintel Kodim 1409 Gowa).

Brankas penyimpanan pusaka juga dibongkar untuk mengambil semua pusaka kerajaan karena akan digunakan untuk pengukuhan Adnan sebagai ketua Lembaga Adat Daerah Kabupaten Gowa. Namun pembongkaran brankas ini gagal.

Beberapa hari setelah insiden pembongkaran gagal, terjadi bentrokan massa antara Satpol PP dan pendukung keluarga kerajaan Gowa. Bentrokan merupakan buntut dari konflik keluarga Kerajaan Gowa dengan pendukung Bupati yang dianggap menginjak-injak tataran adat Gowa. Kasus ini bisa diredam ketika para petinggi Polri ikut menengahi.

Baca selengkapnya : https://cahayaditama.blogspot.co.id/2016/09/kudeta-kekuasaan-sistematis-yang.html

Belum usai insiden tersebut, tim pendukung bupati Gowa malah melakukan kembali pembongkaran brankas pusaka. 

Tanpa memperdulikan segala bentuk protes yang diajukan pihak keluarga kerajaan Gowa, brankas Kerajaan Gowa di Istana Balla Lompoa berhasil dibongkar paksa disaksikan Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf dan anggota TNI-Polri serta beberapa anggota DPRD Gowa. Setelah dilakukan upaya pembongkaran sekitar 1 jam lamanya, brankas akhirnya berhasil dibuka.

Mahkota Kerajaan Gowa, Salokoa serta beberapa pusaka yaitu Kalewang Lasippo, Sudanga, Tatarapang Idaeng Ritamacinna, Mata Tombak Ibukle Tamadakaiya, Rantai Tobo Kaluku, Ponto Janga-jangayya, Berang Manurung, 2 buah keris, 3 buah medali permata zamrud dan kancing emas, semua disita dan diamankan oleh pemerintah daerah.


Saksikan video sekilas proses pembongkaran dari situs youtube, YourTopNews.



Share this:

 
Copyright © 2014 Sulawesi Diary. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates